Pengabdian Sang Dokter Muda - Cerita Bijak

Tags

   Dokter Bernard baru saja menyelesaikan studinya dengan predikat sebagai lulusan terbaik angkatan mereka. Prestasi gemilang yang diraih sang dokter muda ini ternyata mengundang banyak rumah sakit besar kenamaan untuk menggunakan jasa dokter Bernard. Tetapi nampaknya mereka harus menelan pil pahit karena sang dokter lebih memilih mengabdikan hidupnya pada sebuah perkampungan yang jauh dari hiruk pikuk kota. Sebuah kampung yang berada jauh di pedalaman Timor. Sebuah pilihan yang berat karena Bernard harus berada di daerah yang baru, suasana baru dan tentu jarak akan memisahkan dia dan keluarganya.

   Banyak teman-teman dan dosennya yang menyayangkan sikap dokter Bernard. Bahkan tidak sedikit yang mencemooh keputusannya. Beruntung, kedua orang tua Bernard dan sang kekasih yang telah lama ia pacari sangat mendukung niat tulus Bernard. Bahkan, ayah dan ibu serta kekasih Bernard ikut membantu proses pemindahan Bernard ke Timor. Ibu dan pacarnya bahkan sampai menangis harus melihat Bernard berada dalam lingkungan yang serba  berkekurangan.
Kumpulan cerita bijak
Pengabdian sang dokter - pic by mediaindonesia
   Berada jauh dari keluarganya, dokter Bernard untuk bisa lebih mandiri dan mampu mendedikasikan seluruh ilmunya bagi masyarakat di pedalaman. Dua tahun mengabdi, Bernard banyak membawa perubahan bagi masyarakat dimana ia mengabdi. Demam berdarah, gizi buruk, sanitasi air, malaria dan TBC perlahan-lahan mulai berkurang. Ini karena pengabdian yang tulus dari sang dokter. Bahkan, masyarakat sangat mencintai Bernard. 

    Memasuki tahun ketiga, Bernard tak lagi sendiri. Kini, dia sudah menikahi Santi, gadis yang telah lama dipacarinya sejak awal kuliah. Kehadiran Santi ikut membantu mengajari anak-anak di kampung tresebut. Banyak anak-anak yang mendapatkan pelajaran tambahan di rumah dokter Bernard dibawah bimbingan Santi. Kedua pasangan ini semakin dicintai masyarakat. Bahkan, warga kampung sering memberikan hasil bumi pada kedua pasangan ini sebagai rasa terima kasih mereka. Dokter Bernard tidak pernah meminta bayaran bila warga tidak memiliki uang. Sebagai ganti, warga secara sukarela memberikan hasil bumi.

   Perlahan namun pasti, kampung mereka mulai berkembang, dengan kemampuan melobi pejabat pemda, sebuah puskesmas kecil berhasil didirikan di kampung tersebut. Setelah puskesmas, jalan ke desa mulai diperbaiki lalu diikuti instalasi listrik. Lalu pembangunan pasar dan sekolah mulai dari SD< SMP dan SMA. Setelah mengabdi selama 10 tahun dan melahirkan anak pertama mereka di kampung tersebut, dokter Bernard melihat bahwa sudah ada hasil dari kerja kerasnya walaupun banyak hal masih kurang.

   Dokter Bernard kemudian memutuskan untuk mengabdi di kampung lainnya. Warga kampung dengan berat hati harus melepaskan sang dokter bersama keluarganya. Dokter Bernard berpesan bahwa dia sudah membuka jalan bagi datangnya dokter-dokter muda yang lebih berbakat. Masyarakat sudah ada puskesmas, mereka pantas mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Masyarakat kemudian beramai-ramai mengantarkan kepindahan sang dokter ke tempat tugas yang baru.

   Kini, dokter Bernard kembali menghadapi situasi yang persis dialaminya 10 tahun lalu. Tak ada listrik, akses jalan yang sulit, masyarakat yang terbelakang dan masih banyak lagi. Kini dokter Bernard bertekad membawa perubahan yang sama bagi kampung ini. Masyarakat kampung menyambut sang dokter bagai raja. Berita tentang pengabdian beliau sudah menjadi buah bibir. Masyarakat sudah menanti membangun perubahan bersama sang dokter. Bagi masyarakat, dokter  Bernard seperti secercah cahaya harapan yang memberi mereka banyak perubahan. Dokter Bernard kini telah sukses bukan karena memiliki kekayaan material yang melimpah tetapi dia telah sukses menjadi orang yang berhasil mengabdikan seluruh hidupnya tanpa pamrih. Selamat bertugas dokter Bernard :)


Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa hendaknya kita bisa menjadi sesuatu yang "bercahaya" bagi sesama, kendati itu secercah cahaya kecil sekalipun. Kita bisa menjadi alat bagi Tuhan di dunia ini untuk menunjukkan belas kasih Tuhan bagi sesama.

                                                                     * * * * * * * *

Silahkan berkomentar. No SARA !!!

Bila tertarik untuk melakukan re-post artikel ini, silahkan sertakan sumber link artikel ini. Terima Kasih.

EmoticonEmoticon